Rilis Pers
Ekosistem Pesisir: Kekuatan Mangrove yang Menjaga Kehidupan dan Iklim
Mangrove menjadi benteng alami ekosistem pesisir, penyerap karbon, dan sumber hidup nelayan. Simak peran dan potensinya.
Reyhan Admin

Bayangkan Anda tinggal di tepi pantai yang setiap tahun digerus ombak. Di balik ketenangan air payau, ada ekosistem pesisir yang bekerja tanpa henti: hutan mangrove. Tumbuhan ini tidak sekadar rimbun, tetapi menopang kehidupan warga sekitar, mulai dari menjaga daratan hingga menyediakan rezeki bagi nelayan.
Perisai alami dan penyaring kualitas air
Mangrove tumbuh rapat di perairan payau, membentuk benteng dari abrasi dan risiko bencana, terutama di tengah perubahan iklim. Keajaiban hutan mangrove bagi kehidupan pesisir menyoroti fungsi ini. Akar yang rapat meredam ombak, mengurangi pengikisan pantai, dan menahan sedimen.
Tak hanya itu, akar bakau menghalangi perembesan air laut ke daratan sehingga kualitas air tanah tetap terjaga. 10 manfaat hutan mangrove bagi ekosistem pesisir mencatat bahwa akar juga menyaring limbah organik dan anorganik, termasuk polutan seperti minyak dan deterjen. Endapan lumpur yang tertahan perlahan memperluas daratan alami, berperan membentuk pulau dan menstabilkan pesisir.
Rumah bagi biota dan sumber penghidupan nelayan
Di sela akar yang rumit, ikan, kepiting, udang, burung, dan satwa lain menemukan tempat berlindung. Menurut RRI.co.id, kawasan ini menjadi habitat penting. ANTARA menambahkan bahwa akar Rhizophora sp. dan Avicennia sp. ideal untuk larva dan anakan ikan, udang, serta moluska. Fungsi pemijahan dan pembesaran tersebut menopang hasil tangkapan nelayan.
Data BPS 2023 yang dikutip ANTARA menunjukkan luas mangrove Indonesia mencapai 3,63 juta hektare, sekitar 20,37 persen hutan mangrove dunia. Papua menjadi wilayah terluas dengan 1,63 juta hektare.
Penyerap karbon dan potensi ekonomi
Mangrove penyerap karbon efektif karena menyimpan karbon di batang, akar, dan tanah. RRI.co.id menyebutnya sebagai solusi alami dampak perubahan iklim. ANTARA mengutip CIFOR bahwa serapan karbon bisa mencapai 1.200 ton per hektare, lima kali hutan tropis dataran tinggi.
Potensi ekonomi pun terbuka, misalnya ekowisata dan produk olahan seperti sirup dan dodol mangrove. Secara tradisional, Rhizophora apiculata dimanfaatkan untuk rematik dan luka, sedangkan Sonneratia alba untuk nyeri otot serta persendian.
Rehabilitasi dan peran masyarakat
Berbagai pihak, dari pemerintah hingga komunitas dan organisasi lingkungan, mendorong rehabilitasi di sejumlah daerah. Penanaman kembali memulihkan kawasan rusak sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat. Keterlibatan warga menjadi kunci keberhasilan jangka panjang.
ANTARA menekankan perlunya sinergi pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha untuk menjaga serta merehabilitasi mangrove. Manfaatnya mencakup perlindungan pantai, keanekaragaman hayati, penyimpanan karbon, dan penopang ekonomi. Kelestarian ekosistem pesisir pun menentukan keberlanjutan pesisir Indonesia.
Tentang Sebarkan.id
Platform layanan jasa publikasi press release ke media online di Indonesia untuk brand, perusahaan, agensi, maupun individu yang ingin membangun personal branding dan meningkatkan eksposur melalui publikasi media.
Informasi lebih lanjut: https://sebarkan.web.id
Kontak Media
Reyhan Febrian
Humas, Sebarkan.id
Email: reyhanfebrian48@gmail.com
Telepon/WhatsApp: 081234501560


