Rilis Pers
Cara Mengatur Lingkungan Kamar Tidur untuk Meningkatkan Kualitas Istirahat
Ketahui bagaimana lighting, suhu, dan kebersihan kamar tidur memengaruhi ritme sirkadian Anda. Simak tips mengatur kamar untuk kualitas tidur yang lebih baik!
Reyhan Admin

Pernahkah Anda beringsut di tempat tidur, mencoba memejamkan mata, tetapi cahaya lampu atau suara bising dari luar membuat mata sulit terpejam? Situasi itu mungkin akrab bagi banyak orang. Kualitas tidur memang tidak hanya soal berapa lama kita berbaring, tetapi juga seberapa nyaman lingkungan tempat kita beristirahat. Ritme sirkadian, jam biologis tubuh yang mengatur siklus tidur-bangun, sangat dipengaruhi oleh kondisi kamar, terutama pencahayaan. Liputan6.com (19 Oktober 2026) merangkum delapan elemen yang membuat kamar kurang nyaman, dan pencahayaan terlalu terang menjadi poin utama.
Cahaya dan Jam Biologis
Liputan6.com mengutip Sleep Foundation yang menjelaskan bahwa cahaya berperan penting dalam mengatur ritme sirkadian. Paparan cahaya pada malam hari berpotensi mengganggu ritme tersebut, sehingga tubuh sulit mengenali waktu untuk tidur. Untuk itu, disarankan menggunakan lampu yang cukup untuk beraktivitas tanpa menimbulkan silau, serta lampu tidur dengan cahaya redup saat bersiap tidur. Selain itu, gunakan tirai penghalang cahaya luar dan matikan lampu dekorasi serta layar elektronik saat waktu tidur tiba.
Sebuah tinjauan dalam jurnal A Review of the Environmental Parameters Necessary for an Optimal Sleep Environment (2018) juga menyoroti pentingnya kebisingan, suhu, pencahayaan, dan kualitas udara dalam menciptakan lingkungan tidur yang mendukung istirahat berkualitas. Jadi, ritme sirkadian bukan sekadar soal jam tidur, tetapi juga bagaimana lingkungan sekitar memengaruhi sinyal yang dikirim ke otak.
Faktor Lain di Kamar Tidur
Selain cahaya, suhu ruangan yang tidak sesuai dapat menyulitkan seseorang menemukan posisi tidur yang nyaman. Kajian berjudul Thermal Environment and Sleep Quality: A Review oleh L. Lan, K. Tsuzuki, Y. F. Liu, Z. W. Lian (2017) menunjukkan bahwa suhu memengaruhi kenyamanan termal dan kualitas tidur. Kebisingan pun tak kalah penting: suara kendaraan, percakapan, televisi, atau notifikasi ponsel dapat membuat seseorang terbangun atau sulit mempertahankan tidur.
Kajian 2018 di jurnal Building and Environment menekankan perlunya memperhatikan kualitas udara dan ventilasi. Tidak hanya itu, kebersihan perlengkapan tidur, penataan barang, dan tata letak furnitur juga termasuk elemen yang dibahas. Kamar yang rapi dan bersih tentu memberikan rasa tenang sehingga membantu tubuh lebih mudah rileks.
Kebiasaan Tidur dan Kualitas Istirahat
Media Indonesia (13 Oktober 2026) mengulas bahwa kualitas dan kedalaman tidur lebih esensial daripada sekadar durasi. Studi dari UK Biobank dan PLOS Medicine menyebutkan durasi tidur 6–8 jam adalah yang paling sehat. Ada juga tipe kebiasaan tidur yang menambah sekitar 1,5 jam tidur di akhir pekan. Studi tersebut menunjukkan bahwa tambahan tidur akhir pekan membantu melindungi dari tekanan darah tinggi setelah sepekan kurang tidur, asalkan fluktuasi waktu tidur tidak ekstrem.
Selain itu, dikenal tipe burung pagi dan burung hantu. Penyelarasan jam biologis dengan rutinitas harian menjadi kunci. Sering terbangun di malam hari merusak proses pembersihan neurotoksik di otak, memicu risiko Alzheimer, dan mengganggu memori. Riset juga mengungkap hampir tidak ada orang yang benar-benar berfungsi normal dengan tidur 5 jam sehari; defisit kognitif terakumulasi meski tubuh merasa tidak mengantuk. Untuk memahami lebih dalam tentang pengaruh kebiasaan tidur terhadap kesehatan, Anda dapat membaca artikel di Media Indonesia.
Langkah Sederhana
Memperbaiki kualitas tidur tidak selalu memerlukan perubahan besar. Cobalah atur pencahayaan lebih redup menjelang tidur, sesuaikan suhu ruangan, rapikan barang, bersihkan seprai dan permukaan furnitur secara rutin, pastikan ventilasi berfungsi, dan kurangi sumber kebisingan. Kamar yang nyaman tidak harus luas atau penuh furnitur mahal; cukup bersih, tertata, sirkulasi udara baik, dan mendukung kebutuhan istirahat. Seperti diulas dalam 8 Elemen yang Buat Kamar Tidur Kurang Nyaman, perbaikan kecil pada elemen-elemen ini dapat memberikan dampak besar bagi kualitas tidur Anda.
Dengan memahami peran ritme sirkadian dan lingkungan kamar, Anda dapat mengambil langkah nyata untuk tidur lebih nyenyak. Mulailah dari hal sederhana di kamar Anda malam ini.


